KAWASI – Sebagai wujud komitmen terhadap keselamatan dan keberlanjutan masyarakat di lingkar operasional, Harita Nickel berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kawasi memfasilitasi pembentukan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). Langkah strategis ini diawali dengan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan yang melibatkan 51 warga di Permukiman Baru Desa Kawasi.
Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan dengan melibatkan sinergi multipihak. Mulai dari Stasiun Meteorologi Oesman Sadik (BMKG), Kantor SAR Ternate, Puskesmas Pembantu, hingga Pondok Bersalin Desa (Polindes). Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan mitigasi risiko bencana yang terintegrasi, cepat, dan responsif.
Kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendesak bagi Kawasi yang terletak di wilayah pesisir dengan potensi gempa serta intensitas hujan tinggi. Data BMKG mencatat puncak curah hujan di Pulau Obi terjadi pada bulan Juni, yang secara geografis meningkatkan risiko bencana alam.
Merespons hal tersebut, sebanyak 43 orang dewasa dan 8 anak-anak dibekali materi identifikasi risiko, simulasi evakuasi mandiri, hingga penguatan koordinasi darurat.
Kepala Seksi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi, Bambang Bakir, menekankan bahwa TSBD adalah langkah nyata untuk menempatkan warga sebagai aktor utama dalam keselamatan desa.
”Latihan ini krusial agar masyarakat sigap menghadapi dampak perubahan cuaca dan potensi bencana alam. Pembentukan TSBD memperkuat peran warga sebagai garda terdepan kesiapsiagaan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Oesman Sadik, Yusran Titdoy, menjelaskan pentingnya mitigasi berbasis data.
“Kesiapsiagaan harus ditopang informasi cuaca akurat. Dengan puncak hujan di Pulau Obi pada Juni nanti, BMKG terus memperkuat pemantauan agar masyarakat memperoleh informasi dini yang tepat sasaran,” jelas Yusran.
Inisiatif ini merupakan bagian dari semangat “Satu Harita Saling Menjaga” serta program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Harita Nickel meyakini bahwa ketangguhan warga adalah fondasi utama keberlanjutan wilayah.
Assistant Vice President Site Corporate Communications Harita Nickel, Joseph Sinaga, mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini melahirkan kemandirian kolektif.
“Kami mendukung penuh peningkatan kapasitas warga Kawasi. Harapannya, TSBD tidak hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mentalitas masyarakat yang mandiri, sigap, dan mampu merespons risiko dengan cepat,” tutur Joseph.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, instansi vertikal (Basarnas, BPBD, BMKG), dan sektor swasta, pembentukan TSBD Kawasi diharapkan menjadi model respons bencana berbasis komunitas yang solid demi mewujudkan desa yang tangguh secara berkelanjutan.







Tinggalkan komentar