OBI – Produktivitas padi petani di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mencatatkan peningkatan hampir 70 persen. Dari sebelumnya hanya sekitar 3 ton per hektare, hasil panen kini meningkat menjadi 5 ton per hektare.
Capaian tersebut terlihat dalam panen raya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Akem Riri dan Batu Putih di Desa Buton. Bagi para petani setempat, peningkatan ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan alam yang membatasi hasil panen.
Salah satu petani, La Alimin La Jumani, mengungkapkan bahwa bertani padi di wilayah tersebut bukan perkara mudah. Ancaman hama keong yang kerap menghabiskan bibit baru, serangan hama bawah tanah yang merusak akar tanaman, hingga risiko banjir musiman, sering kali menyebabkan gagal panen.
“Banyak tantangannya, mulai dari keong sampai tanaman yang dimakan dari dalam tanah hingga mati semua. Belum lagi kalau banjir datang,” ujar La Alimin.
Meski begitu, kondisi tersebut mulai teratasi melalui perbaikan manajemen lahan dan pendampingan dari Harita Nickel yang dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan tidak hanya berupa bantuan alat, tetapi juga mencakup pembelajaran dari hulu ke hilir, mulai dari pengolahan lahan, pola tanam, hingga perawatan tanaman.
Tokoh petani Desa Buton, Anwar La Jumani, menyebutkan bahwa kehadiran pendamping lapangan dari Harita memberikan dampak nyata bagi semangat dan pengetahuan petani. Menurutnya, petani kini lebih memahami kesiapan lahan, pemilihan metode tanam yang lebih presisi, serta penggunaan pupuk dan jadwal pemupukan yang lebih disiplin.
“Kami diajarkan dari nol, mulai dari cara mengolah lahan sampai perawatan tanaman secara menyeluruh. Pendampingan ini membuat kami lebih percaya diri dan hasilnya bisa kami rasakan langsung,” kata Anwar.
Selain peningkatan hasil panen, para petani kini mulai menaruh perhatian pada aspek pascapanen. Dengan produksi yang lebih baik, muncul harapan agar hasil panen dapat terserap secara optimal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di sekitar wilayah operasional Harita Nickel.
Ke depan, petani berharap pendampingan pertanian dapat terus berlanjut dengan pengenalan metode dan inovasi baru, sehingga produktivitas yang telah dicapai saat ini masih dapat ditingkatkan pada musim tanam berikutnya.
“Kami ingin terus belajar dan berkembang bersama. Harapannya, ke depan hasil panen bisa lebih baik lagi dan kerja sama ini terus diperkuat agar petani lokal bisa tumbuh secara kolektif,” tutup Anwar.







Tinggalkan komentar