Respons Pemotongan Dana Pusat, Wagub Sarbin Sehe Bidik Optimalisasi Pajak di Sektor Tambang

falarakyat

No comments

WEDA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan kunjungan kerja ke PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Sabtu (14/2/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

​Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi Ketua DPRD Maluku Utara Ikbal Ruray dan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sinergi ini merupakan respons konkret Pemprov Malut terhadap pengurangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026.

​Wagub Sarbin Sehe menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan upaya memperkuat posisi sektor pertambangan sebagai penopang ekonomi daerah.

​”Kedatangan kami untuk memperkuat sinergi antara Pemda dengan perusahaan tambang. Saya berharap IWIP terus berkembang demi keberlangsungan hilirisasi di daerah ini,” ujar Sarbin.

​Ia menekankan bahwa kemajuan investasi harus berdampak langsung pada 1,4 juta masyarakat Maluku Utara. Pemprov berharap kontribusi perusahaan melalui kepatuhan pajak dapat semakin optimal guna mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

​Senada dengan Wagub, Ketua DPRD Malut Ikbal Ruray menyatakan dukungan penuhnya. “Kami hadir untuk memastikan optimalisasi PAD benar-benar berjalan demi keberlanjutan pembangunan daerah,” tegas Ikbal.

​Capaian dan Sinkronisasi Data

Vice President Director PT IWIP, Kevin He, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa IWIP terus terbuka bagi pemerintah untuk meninjau proses bisnis mereka.

​Dalam pertemuan tersebut terungkap data signifikan: PT IWIP membukukan penjualan sebesar USD 45,9 miliar sepanjang periode 2022–2026. Terkait kewajiban daerah, perusahaan melaporkan telah memenuhi kewajiban pajak atas 200 unit alat berat yang beroperasi di kawasan tersebut.

​Untuk menindaklanjuti hal ini, Wagub Sarbin Sehe menginstruksikan adanya sinkronisasi data wajib pajak secara rutin antara Bapenda dan PT IWIP. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi penerimaan daerah dan menghindari selisih data.

​”Rakor ini adalah langkah konkret mengelola sumber daya alam secara bijak. Sektor pertambangan harus bersinergi dengan Pemprov untuk memperkuat basis penerimaan daerah agar pembangunan di Bumi Moloku Kie Raha semakin merata,” pungkasnya.

​Rangkaian kunjungan ditutup dengan site tour, di mana rombongan meninjau maket perusahaan dan ruang kontrol untuk melihat langsung proses bisnis dari hulu ke hilir. Langkah ini mempertegas komitmen duet kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe dalam membangun tata kelola fiskal yang mandiri dan transparan.

Bagikan:

Berita Terkait

Tinggalkan komentar