HALUT – Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri secara aktif menggelar sosialisasi mengenai bahaya radikalisme, intoleransi, dan terorisme (IRET). Kali ini, kegiatan menyasar peserta Perkemahan Pathfinder Pemuda dan Keluarga Gereja Advent se-Halmahera Utara yang berlangsung di Desa Gamlaha, Jumat (20/3/2026).
Ketua Panitia Perkemahan, Wilson, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran tim Densus 88. Ia menyebut kegiatan ini sangat positif bagi sekitar 100 peserta yang terdiri dari kalangan orang tua hingga anak-anak.
”Kami berterima kasih kepada Tim Densus 88 yang telah meluangkan waktu memberikan edukasi tentang pencegahan paham IRET. Harapannya, peserta dapat membentengi diri dan lebih bijak bermedia sosial, terutama anak-anak yang sering bermain game online,” ujar Wilson.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Herri Rinsampessy dari Satgaswil Maluku Utara menjelaskan tugas pokok Densus 88 dalam memberantas terorisme serta memaparkan ciri-ciri masyarakat yang mulai terpapar paham radikal.
Ia menekankan adanya modus baru dalam aksi teror, yakni pemanfaatan perempuan dan anak-anak sebagai pelaku. IPTU Herri juga menyoroti kerentanan generasi milenial dan pelajar (SMP/SMA) yang menjadi target rekrutmen melalui media sosial dan platform game online.
”Ada faktor kerentanan yang membuat anak mudah terpapar, seperti kurangnya perhatian orang tua (broken home), menjadi korban perundungan (bullying), atau saat mereka sedang dalam fase pencarian jati diri yang labil,” jelas IPTU Herri.
Ia menegaskan bahwa peran orang tua adalah kunci utama dalam pencegahan. Pengawasan terhadap aktivitas digital anak serta membangun komunikasi yang terbuka di dalam keluarga sangat krusial untuk menangkal paham ekstrimisme dan eksklusivisme di lingkungan masyarakat.







Tinggalkan komentar