JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan lonjakan signifikan pada produksi beras nasional di awal tahun 2026. Pertumbuhan ini tercermin dari realisasi serapan beras oleh Perum Bulog pada Januari 2026 yang meningkat hingga tujuh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Amran mengungkapkan bahwa serapan beras Bulog pada Januari tahun ini mencapai 112 ribu ton, melonjak drastis dari Januari 2025 yang hanya tercatat sebesar 14 ribu ton.
”Bahkan Januari ya, komparasi tahun lalu itu hanya 14 ribu ton. Sekarang 112 ribu ton. Jadi naik 700 persen baru di bulan Januari saja,” ujar Amran saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Meskipun sejumlah wilayah di Indonesia tengah dilanda cuaca ekstrem, Mentan menegaskan kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Ia menyebut posisi stok beras nasional saat ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.
”Stok kita sekarang ini mencapai 3,34 juta ton per Januari. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka. Belum pernah ada stok mencapai angka tersebut pada hari ini,” tegasnya.
Menurut Amran, kondisi cuaca saat ini justru masih mendukung aktivitas pertanian, terutama pada fase tanam. Ia menilai tantangan yang jauh lebih berat bagi petani adalah fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan ekstrem.
”Insya Allah cuaca (saat ini) tidak berpengaruh negatif secara besar. Justru kalau El Nino lebih susah karena air sulit. Memang ada sawah yang terendam akibat cuaca ekstrem, tetapi persentasenya sangat kecil dan tidak mengganggu capaian produksi nasional,” pungkas Amran.







Tinggalkan komentar