Alasan Pembukaan 1, RSUD Chasan Boesoirie Pulangkan Pasien Hamil Kesakitan, Keluarga Minta Gubernur Evaluasi Petugas Meyeluruh

falarakyat

No comments

TERNATE – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate kembali dikeluhkan warga. Seorang pasien ibu hamil bernama Anggun Cut Utami, warga Kayu Merah, Kota Ternate, dipulangkan oleh tenaga medis saat datang berobat dalam kondisi kesakitan pada Rabu malam (30/09/2026).

​Anggun tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Chasan Boesoirie sekitar pukul 20.00 WIT. Namun, bukannya mendapatkan perawatan medis seperti penanganan infus, obat-obatan, atau perawatan di ruang rawat inap sambil menunggu proses persalinan, pasien justru diminta pulang oleh dokter dan perawat yang bertugas.

​Alasan petugas medis memulangkan pasien karena usia kandungan baru memasuki pembukaan satu. Pasien diminta kembali ke rumah dan baru disarankan datang lagi ke rumah sakit jika sudah ada reaksi atau pembukaan bertambah, meskipun kondisi pasien saat itu sedang menahan rasa sakit yang hebat.

“Kami datang dalam kondisi anak kami kesakitan jam 8 malam, tapi malah diminta pulang cuma karena alasan baru pembukaan satu. Tidak ada infus, tidak diberi obat, atau dicarikan ruangan untuk observasi. Kami sangat kecewa dengan pelayanan di IGD RSUD Chasan Boesoirie.” ujar keluarga Pasien

​Permintaan nakes tersebut memicu amarah dan kekecewaan pihak keluarga. Karena merasa tidak mendapat solusi penanganan medis yang layak, keluarga akhirnya memutuskan membawa Anggun keluar dari IGD RSUD Chasan Boesoirie dan berpindah ke Rumah Sakit (RS) Prima di Kelurahan Mangga Dua.

​Pemeriksaan di RS Prima menunjukkan hasil yang mengejutkan. Berdasarkan keterangan dokter di RS Prima, usia kandungan bayi ternyata sudah melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL) dan pasien harus segera menjalani tindakan operasi pembedahan.

“Kami tidak pulang ke rumah karena khawatir, sehingga kami pindah ke RS Prima di Mangga Dua, dokter di sana justru menyatakan kandungan anak kami sudah lewat hari dan disarankan agar segera dioperasi. Bayangkan kalau kami menuruti arahan RSUD untuk pulang, keselamatan ibu dan bayi bisa terancam.” Unkap keluarga pasien dengan kewa

​Atas kejadian ini, pihak keluarga pasien mendesak Gubernur Maluku Utara Sherly Joanda untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perawat dan dokter di IGD Ibu dan Anak RSUD Chasan Boesoirie Ternate yang dinilai mengabaikan keselamatan pasien.

Di tempat berbeda, saat dikonfirmasi Plt Direktur RSUD Chasan Bosoirie dr Rosita Alkatiri menjelaskan Pasien masuk jam 8 malam dengan pembukaan 1 dan sampai jam 12 tidak ada kemajuan pembukaan. Sehingga dokter yang menangani pasien meminta dipulangkan.

“Instruksi dokter agar dapat dipulangkan dengan catatan jika perut masih kontraksi maka balik di poli rawat jalan pagi ini untuk di USG. Jika kontraksi perut meningkat dan ada pelepasan diminta untuk balik ke IGD, pihak keluarga sudah edukasi oleh petugas dan sudah menyetujui. Dan pasien dipulangkan,” ujar dr Rosita.

Sementara itu. Tak hanya nakes, keluarga juga meminta Direktur RSUD Chasan Boesoirie turut dievaluasi karena dianggap gagal dalam mengambil kebijakan pelayanan yang berpihak pada masyarakat.(Red)

Bagikan:

Berita Terkait

Tinggalkan komentar