MN KAHMI: Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Mengarah pada Tindakan Makar

falarakyat

No comments

Jakarta – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) dengan ini memberikan pernyataan resmi menyikapi perkembangan situasi nasional terkait kasus dugaan penyadapan ilegal (unlawful interception), akses tanpa izin, dan penghapusan bukti elektronik yang menyasar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara. MN KAHMI memandang persoalan ini sebagai ancaman serius yang luar biasa terhadap kedaulatan bangsa.

​Selain itu, tindakan tersebut juga berpotensi mengancam stabilitas politik nasional serta merupakan pelanggaran fundamental terhadap etika bernegara dan nilai-nilai kebangsaan.

​Sikap resmi ini mendukung penuh pernyataan pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menegaskan bahwa tindakan tersebut dikategorikan sangat sensitif, berpotensi mengarah ke perbuatan makar, insubordinasi, mutiny (pemberontakan), serta membahayakan keselamatan pimpinan dan kepentingan negara.

​Merespons urgensi perkara tersebut, Koordinator Presidium MN KAHMI, Romo Syafii, menyampaikan poin-poin pernyataan sikap sebagai berikut:

​Mendukung Penuh Langkah Tegas Presiden Prabowo Subianto

MN KAHMI mendukung penuh langkah cepat dan ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang langsung mengambil keputusan strategis demi menjaga marwah kepemimpinan nasional dan stabilitas pertahanan-keamanan negara. Tindakan tegas ini penting guna memastikan institusi kepresidenan steril dari upaya sabotase informasi terlarang.

​Mendorong Aparat Penegak Hukum Mengusut Tuntas Kasus Penyadapan hingga ke Akar

MN KAHMI mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya tim penyidik Bareskrim, untuk melakukan pengusutan secara menyeluruh, transparan, dan objektif berbasis scientific crime investigation. Investigasi wajib menyasar seluruh oknum pengkhianat negara di dalam satuan atau detasemen yang terlibat tanpa pandang bulu—termasuk pimpinannya—serta mengungkap motif dan aktor intelektual di balik akses informasi sensitif kepresidenan tersebut.

​Meminta Jaminan Keamanan Informasi Strategis Negara

Mengingat sensitivitas informasi yang disasar dapat berdampak buruk pada keselamatan negara dan pimpinan nasional, MN KAHMI meminta pembenahan sistem keamanan siber nasional di seluruh lini pemerintahan publik dan militer secara ketat agar kebocoran data strategis serupa tidak terulang kembali.

​Menjaga Solidaritas Nasional dan Ketenangan Publik

MN KAHMI mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan mempercayakan penanganan hukum sepenuhnya kepada aparat yang berwenang. MN KAHMI menegaskan pentingnya menjaga jalannya pelayanan publik agar tetap terbebas dari dampak dinamika hukum yang tengah berjalan.

​MN KAHMI berkomitmen mengawal penuh proses hukum ini demi tegaknya keadilan dan memastikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap tegak, aman, stabil, serta bersih dari tindakan makar yang merugikan kepentingan rakyat banyak.

Bagikan:

Berita Terkait

Tinggalkan komentar